Seorang eksekutif muda yang sukses mengendarai Mobil Jaguar barunya dengan cepat, melewati jalan-jalan di lingkungannya. Ia melihat anak-anak berlarian kencang, muncul dan hilang di antara mobil-mobil yang diparkir, ia mengurangi laju mobilnya karena mengira melihat sesuatu. Selagi mobilnya lewat, tidak ada anak-anak yang muncul, tapi sebaliknya, batu bata melayang menghantam pintu mobilnya. Ia segera menginjak rem hingga mobilnya berputar, lalu memacu mobilnya ke tempat datangnya batu. Ia melesat keluar dari mobilnya mencengkram anak yang berdiri di sana lalu memojokkannya ke mobil yang sedang di parkir sambil berteriak, “Apa yang telah kau lakukan?” Baca entri selengkapnya »
Bisikan atau Batu ?
22 Januari, 2010Secuil Keju
13 Januari, 2010
Abu Yazid Al-Busthami sejak kecil taat kepada Allah dan suka berbuat kebajikan. Kedua orang tuanya selalu menjaga diri untuk tidak makan kecuali yang halal. Abu Yazid, sejak dalam kandungan sampai disapih dari air susu ibunya, tidak pernah berkenalan dengan barang syubhat, apalagi haram. Pada tahap awal iradah (keinginan) nya, jika mendengar suatu kebaikan, beliau mudah lupa.
”Apakah ibu ingat pernah memakan sesuatu yang haram atau syubhat ketika mengandung atau menyusuiku, sebab jika mendengar kebaikan aku mudah lupa?” tanya Abu Yazid kepada ibunya.
Mutiara 5 Kata
12 Januari, 2010- Rasulullah SAW bersabda :
Orang yang memandang rendah lima manusia, ia merugi akan lima hal :
- Memandang rendah Ulama, rugi tentang agama.
- Memandang rendah Penguasa, rugi tentang dunia.
- Memandang rendah Tetangga, rugi akan bantuannya.
- Memandang rendah Saudara, rugi akan darmanya.
- Dan memandang rendah Keluarga, rugi akan harmonisnya.
- Rasulullah SAW bersabda :
Akan datang suatu masa, dimana umatku mencinta lima hingga mereka lupakan lima :
- Cinta dunia, lupa alam baka.
- Cinta tanah subur, lupa alam kubur.
- Cinta harta benda, lupa hisab amalnya.
- Cinta anak istri, lupa bidadari.
- Dan Cinta diri sendiri, lupa pada Ilahi.
Mutiara 4 Kata
12 Januari, 2010- Rasul SAW pernah bersabda kepada Abu Dzar Al-Ghifari :
- Abu Dzar, benahilah bahtera, sebab samudera hidup teramat dalam airnya.
- Siapkanlah bekal sebanyak-banyaknya, sebab perjalanan diri masih teramat lama.
- Ringankanlah beban di pundakmu, sebab jalan yang engkau tempuh terjal berliku.
- Dan sucikanlah perbuatanmu, sebab penyelidik selalu saja memantaumu.
- Seorang penyair berkata :
- Adalah wajib bagi manusia, untuk bertobat dari dosa, namun ada yang lebih wajib baginya, ialah meninggalkan dosa-dosa.
- Adalah berat bagi setiap insan, untuk bertabah atas cobaan, namun jauh lebih memberatkan, jika ia tak punya pahala di sisi Tuhan.
- Adalah menakjubkan, jika seorang hamba berbakti sepanjang hari, namun lebih menakjubkan, bila ada seorang abdi lupa diri.
- Adalah teramat dekat, sesuatu yang akan terjadi, namun jauh lebih dekat, ajal datangnya mati. Baca entri selengkapnya »
Bundaku Tercinta Bundaku Tersayang
22 Desember, 2009Bundaku tercinta mengasuh penuh suka
Senyum bahagia kutemukan surga
Kutunduk bersimpuh di telapak kaki
Bundaku tersayang wajibku mengabdi
Bunda… Bunda… Bunda… Bunda…
Bundaku tercinta Bundaku tersayang
Penyebab Tidak Terkabulnya Do’a
9 Desember, 2009
Suatu hari Ibrahim bin Adham radhiyallahu ‘anhu berada di sebuah pasar Kota Bashrah, Irak. Masyarakat Bashrah mendatangi beliau dan bertanya :
“Duhai Abu Ishaq, mengapa do’a-do’a kami tidak terkabul?”
Ibrahim bin Adham radhiyallahu ‘anhu berkata :
Do’a kalian tidak terkabul karena hati kalian telah mati dan penyebab matinya hati kalian adalah sepuluh hal :
Pertama, kalian mengenal Allah, tetapi tidak memenuhi hak-hak-Nya.
Kedua, kalian mengaku cinta kepada Rasulullah SAW, tetapi tidak mengikuti sunnah-sunnahnya.
Ilmu dan Harta
9 Desember, 2009- Ilmu adalah warisan para Nabi, sedangkan harta warisan si Qorun.
- Ilmu akan menjagamu, sedangkan harta haruslah kau yang menjaganya.
- Pemilik ilmu punya banyak teman, sedangkan pemilik harta punya banyak musuh.
- Baca entri selengkapnya »
Minum apa…?
9 Desember, 2009Suatu hari, Udin berkunjung ke rumah Didin, temannya sewaktu sama-sama mondok. Sejak pulang ke rumah tujuh belas tahun yang lalu, keduanya belum pernah sekalipun bertemu. Maklum di samping jarak kota yang berjauhan, ditambah banyaknya kesibukan membuat keduanya tidak berjumpa hingga belasan tahun lamanya.
Seperti sebuah kebetulan, Udin ada urusan yang harus diselesaikan di kota tempat tinggal Didin. Nah, kesempatan ini tak boleh aku sia-siakan, tekad Udin dalam hati.
Ditulis oleh Azi Achmad 




