Janganlah Memaksakan Perjalanan Kecuali Pada Tiga Masjid

23 Februari 2009

قال رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ :
لَا تُشَدُّ الرِّحَالُ إِلَّا إِلَى ثَلَاثَةِ مَسَاجِدَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ وَمَسْجِدِ الرَّسُولِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَمَسْجِدِ الْأَقْصَى (صحيح البخاري

Sabda Rasulullah SAW :
“Janganlah memaksakan (berusaha keras) mengadakan perjalanan kecuali pada tiga masjid : Masjidil Haram, Masjid Rasul SAW dan Masjid Al Aqsha”

(Shahih Bukhari)

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Limpahan Puji Kehadirat Allah Swt Maha Raja langit dan bumi, Maha Membangun kemegahan alam semesta dari tiada, Maha Tunggal dan Maha Abadi sempurna dengan Keabadian-Nya dan alam semesta menjadi lambang Kesempurnaan-Nya. Maha Melimpahkan Anugerah tiada pernah terhenti sepanjang waktu dan zaman. Terbit dan terbenamnya matahari menyaksikan Anugerah Ilahi yang tiada pernah terputus kepada hamba – hambaNya. Hamparan permukaan bumi yang selalu menyaksikan limpahan Anugerah Illahi. Kenikmatan yang tiada tara yang tidak bisa diberikan oleh hamba satu sama lain. Kenikmatan hidup, kenikmatan bernafas, melihat, mendengar, berbicara, berfikir.

Tiada satu manusia bisa menciptakan akalnya sendiri, tiada satu manusia bisa menciptakan tangannya sendiri, tiada satu manusia bisa menciptakan lidah dan bibirnya sendiri, tiada satu manusia bisa memiliki kehidupannya sendiri, bahkan ia lahir tanpa kehendak-Nya untuk lahir ke muka bumi. Tiada satu bayi lahir ke dunia karena ia sendiri yang ingin lahir. Tapi semua bayi lahir tanpa tahu kenapa ia lahir. Maka setiap kelahiran bayi di muka bumi melambangkan bahwa kehidupan berawal dari kehendak Rabbul Alamin. Maka diutuslah Para Nabi dan Rasul, para pembawa risalah mulia menuntun kepada keluhuran.

Dan sampailah kepada kita keagungan tuntunan Sayyidina Muhammad Saw. Membawa kemuliaan – kemuliaan ibadah, perbuatan – perbuatan yang indah juga doa – doa dan munajat yang indah. Allah Maha Tahu bahwa manusia itu selalu menginginkan keindahan. Aazllah menciptakan manusia untuk beribadah kepada-Nya dan Allah Maha Tahu manusia itu sangat tidak berdaya untuk lepas dari segala dosa.

Namun Dia (Allah) menciptakan manusia itu lemah agar manusia banyak berdoa. Maka Allah menciptakan keinginan dosa pada manusia agar mereka mau meminta ampun agar mereka memahami bahwa Sang Pencipta mereka Maha Pengampun. Allah menciptakan manusia bisa berbuat jahat agar manusia mengenal Yang Maha Memaafkan. Jalla Wa Alla Swt yang menuntun setiap kejadian. Hakikatnya merupakan bentuk perkenalan Kesempurnaan Allah dan Keindahan Allah.

Hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah,
Maka muncullah 7 ayat dalam surah Al Fatihah yang mengandung rahasia Kasih Sayang Allah untuk hamba – hambaNya yang beriman dan yang tidak beriman. “Bismillahirrahmanirrahim” QS. Al Fatihah : 1 adalah kalimat yang mengenalkan Kasih Sayang Allah pada hamba-Nya yang beriman dan yang tidak beriman. “Arrahman” adalah Kasih Sayang Allah pada seluruh hamba-Nya, yang muslim yang bukan muslim, hewan dan tumbuhan semua yang baik dan yang jahat diberi Anugerah oleh Allah. Dijinkan minum, diijinkan makan, diijinkan bernafas, yang kesemuanya itu adalah bentuk dari nikmatnya Allah Swt.

Rasulullah saw itu kalau selesai minum beliau berdoa “Alhamdulillahilladzi ja’allahu ‘adzban furatan birahmatihi wa lam ya2j’alhu milhan ujaajan bidzunubina” lailahailallah..(luar biasa), beliau berkata kalau saat minum, (haus lalu minum), ucapannya selesai minum : segala puji bagi Allah yang menjadikan air ini tawar dan enak diminum karena Rahmat dan Kasih Sayang-Nya kepada kita dan tidak menjadikan air ini pahit dan getir sebab dosa – dosa kita”. Allah bisa membalikkan air yang jernih itu menjadi bara api yang masuk ke dalam mulut kita karena dosa – dosa kita. “Alladzi ja’alahu adzbamfuratan birahmatihi” tetap tidak berubah air itu walau diminum oleh seorang pendosa. “wa lam yaj’alhu milhan ujaajan bidzunubina” tidak Ia (Allah) dijadikan pahit dan getir bagi mereka karena dosa – dosa kita. Inilah bentuk Kasih Sayang Allah dalam setiap reguk air yang kita minum dan kita memahami bahwa kita penuh dosa dan kesalahan.

Hadirin – hadirat, “Bismillahirrahmanirrahim” “Arrahman” (Maha Melimpahkan Kasih Sayang kepada seluruh makhluk-Nya). “Arrahim” Kasih Sayang Allah untuk yang beriman, khusus bagi yang beriman. Jadi kalimat ini mengenalkan Kasih Sayang dan merangkul seluruh makna kasih sayang dan kenikmatan yang dilimpahkan oleh Allah di muka bumi dan kenikmatan yang abadi kelak bagi yang beriman di dunia dan di.akhirat. bagi yang tidak beriman hanya di dunia saja. Demikian dan surah Al Fatihah juga adalah induk dari seagung – agungnya doa.

Surah Al Fatihah adalah induk dari seagung – agungnya doa, seagung – agungnya Rahmat-Nya Allah. Ketika kita memahami dasar awal kecelakaan dan musibah dan kesulitan di dunia & di barzah dan di akhirat adalah dosa. Maka keselamatan dari dosa – dosa adalah jalan yang lurus dan baik. Itulah yang tersimpan dalam surah Al Fatihah.

“Ihdinaashshirathalmustaqiim” QS. Al Fatihah : 6 tunjukkan kami ke jalan yang lurus. Adakah doa yang lebih agung daripada doa untuk selalu berada di jalan yang dicintai dan direstui Allah. Adakah kalimat yang lebih agung dari tidak ingin selalu jauh dari Allah. Kalimat agar kita selalu bersama Rabbul Alamin. “Ihdina.. ihdina.. ihdina” tunjukkan.. tunjukkan.. tunjukkan kami ke jalan yang lurus, walau sudah tahu tunjukkan lagi yang lebih indah bukan dari pintu yang lebih indah. Kami tahu jalan yang lurus, ibadah yang indah tapi barangkali belum bisa mengamalkannya maka tunjukkanlah. Bila yang menghalangi kami dari jalan yang lurus adalah pekerjaan maka berikan pekerjaan yang lebih indah dan lurus di mata-Mu Rabbiy.

Jika yang menjadi penghalang adalah usaha kami daripada hal – hal yang tidak Kau ridhai maka jadikanlah Rabbiy usaha kami hal – hal yang Kau ridhai dan membawa kemakmuran. Jika rumah tangga kami, jika masalah kami, jika..jika..jika setiap detik dalam kehidupan kami yang keluar dari jalan-Mu, kembalikanlah kepada jalan yang benar. Inilah doa yang menuntun kita agar selalu dirangkul oleh cintanya Allah.

“Shiratalladzina an’amta a’laihim” QS. Al Fatihah : 7 jalan orang yang Kau beri kenikmatan atas mereka. Alangkah indahnya ajaran doa dari Rabbul Alamin. Minta jalan orang yang Kau beri kenikmatan dunia dan akhirat, beri kami kenikmatan. Adakah lebih yang diinginkan manusia melebihi dari kenikmatan? adakah kebutuhan lebih dari kenikmatan? Kenikmatan dunia, kenikmatan akhirat tersimpan dalam kalimat “Shiratalladzina an’amta a’laihim”.

“Ghairilmaghdhubi a’laihim waladhdhaalliin” QS. Al Fatihah : 7 bukan jalan yang mereka yang dimurkai dan bukan pula jalan mereka yang sesat. Oleh sebab itu setiap kita shalat selalu dibaca tiap rakaat. Kenapa? karena inilah seagung – agungnya doa, seagung – agungnya harapan, seagung – agungnya anugerah tersimpan dalam Fatihatul kitab. Beruntunglah kita yang mengikuti dan memahami rahasia kemuliaan Anugerah Illahi.

Sampailah kita pada hadits riwayat Shahih Bukhari yang kit abaca bersama tadi. “la tasyaddurrahalu illa ilaa tsalatsah masaajid, Almasjidil haram, wa masjidirrasul shallallahu a’laihi wasallam, walmasjidil Aqsha” jangan berusaha untuk mengadakan perjalanan atau memaksakan diri untuk mencapai kecuali 3 tempat yaitu Masjidil Haram, Masjidinnabiy dan Masjidil Aqsa. Maksudnya bukanlah larangan untuk pergi ke masjid lain atau ke tempat lain tapi hadits ini dijelaskan oleh Al Imam Ibn Hajar Al Asqalani di dalam Fathul Baari bisyarah Shahih Bukhari makna hadits ini adalah tasyjii’ wattarghib, laysa littahrim. Makna hadits ini bukan berarti seseorang itu haram pergi ke masjid lainnya akan tetapi memberikan semangat dari Nabi saw, tidak ada tempat yang lebih baik dari dituju di muka bumi melebihi Masjidil Haram, Masjid Nabawiy dan Masjid Al Aqsa. 3 tempat termulia yang ada di muka bumi. Kalau bawa anak, tamasya, ziarah, mengadakan dalam perjalanan, boleh – boleh saja tapi tidak ada yang melebihi 3 kemuliaan tempat ini.

Disini laisa bittahriim, tap Tasyjii’ wattarghiib, bukan haram pergi ke masjid lain, karena di dalam riwayat Shahih Bukhari Nabi saw pergi ke masjid quba setiap hari sabtu. Masji d Quba bukanlah masjid haram, bukan masjil Aqsa, bukan masjid nabawiy, tapi Nabi saw setiap hari sabtu pergi ke masjid Quba.
Menunjukkan pergi ke masjid – masjid lain juga boleh. Memaksakan perjalanan ke masjid lain juga boleh tapi tidak ada tempat yang lebih agung di muka bumi melebihi Masjidil Haram wa Masjidirrasul wa Masjidil Aqsa.
Al Imam Ibn Hajar di dalam Fathul Baari bisayarah Shahih Bukhari menjelaskan bahwa makna hadits ini terlepas dari keinginan seseorang daripada ziarah kepada pekuburan shalihin (orang – orang shalih) karena yang dituju bukan masjidnya tapi pekuburannya. Sebagaimana Rasul saw berziarah ke Baqi’ dan ke tempat lainnya. Demikian pula kita kalau seandainya berziarah ke tempat – tempat para shalihin maka hal itu adalah sunnah. Akan tetapi kalau kita bicara masjid, tidak ada yang lebih mulia di muka bumi selain 3 masjid (Masjidil Haram wa Masjidirrasul wa Masjidil Aqsa). 3 tempat yang Allah jadikan perjuangan dan kemuliaan langkah – langkah Nabi Muhammad Saw.

Masjidil Haram adalah tempat lahirnya Rasulullah Saw, Masjid Nabawiy adalah makamnya Rasulullah Saw, Masjidil Aqsa adalah tempat Isra dan Mi’rajnya Rasulullah Saw. Dijadikan Nya (oleh Allah swt) tempat yang didatangai Nabiyunna Muhammad Saw dan mencatat sejarah agung itu sebagai tempat tempat suci dan mulia.

Hadirin – hadirat, diriwayatkan didalam Shahih Bukhari Rasul saw bersabda “ma baina, baiti wamin bariy raudhatun min riyadhil jannah” diantara rumahku dan mimbarku adalah taman – taman surga. Raudhatul Syarif, apa maksudnya? antara rumah dan mimbarnya adalah taman surga. Kan tempat biasa, itu tanah, Bagaimana taman surga? Al Imam Ibn Hajar didalam Fathul Baari bisyarah Shahih Bukhari menjelaskan maknanya adalah mulianya tempat tersebut dan banyaknya, berdatangannya berkali – kali dan berbolak – baliknya malaikat Jibril membawakan wahyu di tempat tersebut. Maka tempat itu menjadi salah satu dari tamannya surganya Allah Swt. Apa maksudnya? Orang yang ibadah di tempat itu, Insya Allah bersama Rasulullah Saw di taman surganya Allah.

Oleh sebab itu Abu Abdilah Muhammad bin Ismail bin Bardizbah Al Bukhari yaitu pengarang Shahih Bukhari, kita kenal dengan nanam Imam Bukhari. Beliau menulis lebih dari 7.000 hadits didalam shahihnya di raudhatul syarif. Satu hadits ditulis berwudhu, shalat, tulis lagi, berwudhu, shalat. Demikian di dalam tadzkiratul huffadh dan syi’ar .. karena beliau sangat mencintai Nabi Muhammad Saw sehingga beliau menulis haditsnya di raudhatul syarif (diantara makam dan mimbarnya Rasulullah saw).

Ketika Sayyidina Umar bin Khattab radiyallahu anhu berdoa kepada Allah “Allahummarzuqnissyahaadah fi baladi Rasulik” wahai Allah beri aku mati syahid tapi mati syahidnya di Madinah Al Munawwarah. Dikabulkan oleh Allah. Bukan hanya di Madinah wafatnya tapi malah dimakamkan di sebelah makamnya Rasulullah Saw. Beruntung orang – orang yang mencintai Madinah. Diriwayatkan didalam Shahih Bukhari Rasul saw berdoa : “Allahumma habbib ilaynal Madinah Kahubbina Makkah awa asyadd” wahai Allah jadikanlah kami ini mencintai Madinah sebagaimana kami mencintai Makkah atau lebih dari mencintai Makkah. Inilah doanya Nabi Muhammad Saw, riwayat Shahih Bukhari. Beruntung orang – orang yang mencintai Madinah Al Munawwarah, semoga aku dan kalian mencintai Madinah Al Munawwarah.

Hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah,
Dari salah satu sunnah Sang Nabi saw yang tidak ditinggal oleh Nabi saw didalam melakukan safar adalah qabliyah fajr (shalat sunnah sebelum shalat fardhu fajar). Ini pertanyaan yang perlu saya perjelas karena pertanyaan sering muncul. Shalat Fajar itu adalah shalat subuh. Sebagian orang mengatakan shalat fajar itu bukan shalat subuh, sama saja shalat fajar itu ya shalat subuh. Kalau sunnah fajar berarti sunnah subuh, ketahuilah bahwa tidak ada bedanya makna fajar dan subuh itu didalam fiqh. Saya sudah shalat fajar (shalat subuh berarti). Kalau niatnya “ushalli fardhul fajr dengan ushalli fardhussubuh” sama saja, karena fajr itu ya subuh, subuh ya fajr. Kalau qabliyah fajr ya qabliyah subuh. Diriwayatkan oleh Sayyidatuna Aisyah radiyallahu anha didalam Shahih Bukhari Rasul saw selalu memaksakan untuk tidak pernah meninggalkan shalat qabliyah fajr “fi hadharin wa safar” didalam perjalanan maupun tidak dalam perjalanan, dalam keadaan sakit atau dalam keadaan sehat selalu tidak mau tinggal shalat sunnah 2 rakaat sebelum shalat subuh. Mau dibilang qabliyah fajr atau qabliyah subuh itu – itu juga maknanya.

Hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah,
Allah Swt menuntun hamba – hambaNya kepada kemuliaan maka jadikan hari – hari kita terus mendekat kepada hal – hal yang mulia. Kita memahami bagaimana Allah memuliakan hamba – hambaNya yang memperjuangkan hal – hal yang diridhai Allah. Saya ambilkan satu penyampaian ketika Nabiyullah Ibrahim as diriwayatkan oleh Al Imam Ibn Hajar didalam Fathul Baari bisyarah Shahih Bukhari bahwa ketika Nabiyullah Ibrahim as ini sudah siap dibakar oleh Namrud karena menghancurkan semua berhala dan menggantungkan kapak yang menghancurkan semua berhala pada berhala yang paling besar maka rakyat sudah tahu ini yang berbuat adalah Ibrahim maka bakar. Ketika kayu – kayu bakar sudah ditumpukkan disekitar Ibrahim bagaikan bukit yang besar maka disaat itu Rasul saw menyampaikan riwayat cerita ini sebagaimana dijelaskan didalam Fathul Baari Al Masykur bahwa langit dan bumi dan malaikat berdoa kepada Allah. “Wahai Allah kekasih-Mu itu Ibrahim mau dibakar” maka Allah menjawab “Aku lebih tahu daripada mereka talam semesta”. Wahai alam semesta, wahai gunung, wahai malaikat, wahai alam jika Ibrahim meminta bantuan kepada kalian, memerintah kalian maka taati, perintah Allah. Nabiyullah Ibrahim berdoa “wahai Allah Engkau Maha Tunggal di langit dan bumi, aku ini sendiri di muka bumi, tidak ada manusia menyembah-Mu selain aku di muka bumi ini, di dunia ini”. Saat itu belum punya umat, sendiri Nabi Ibrahim. Engkau Maha Tunggal ya Rabb dan aku sendiri di bumi ini, tidak ada satu pun yang menyembah-Mu di muka bumi. “Hasbiyallahu wani’mal wakiil” cukup bagiku Engkau wahai Allah daripada hal – hal yang perlu kuminta perlindungan. Maka Allah melihat api Namrud dinyalakan maka Allah memerintahkan “kuuniy bardan wa salaaman ala ibrahim..”, QS. Al Anbiya 69 wahai api jadilah kau sejuk dan membawa kesejahteraan atas Ibrahim as.. Kita lihat bagaimana mesranya doa Nabi Ibrahim kepada Allah. Bagaimana pasrah dirinya Nabiyullah Ibrahim kepada Allah, Khalilullah (kekasih Allah).

Kita lihat riwayat yang berkaitan dengan ini. Diriwayatkan didalam riwayat yang tsigah bahwa Allah menyaksikan seekor katak yang mengisi air di mulutnya dan melompat – lompat mendekat kepada Nabi Ibrahim dan meniupkan air di mulutnya ke gunung api yang membakar Nabiyullah Ibrahim. Apa artinya perbuatan seekor katak? ia kembali lagi mengambil air, menaruh air di mulutnya, melompat – lompat lagi mendekati api dan menyemburkannya. 1000 katak berbuat seperti ini tidak akan bisa memadamkannya. Tapi perbuatan yang sia – sia itu tidak sia – sia di mata Allah. Allah haramkan semua katak untuk dibunuh hingga akhir zaman, gara – gara satu perbuatan katak. Diriwayatkan didalam Sunan Al Kubra oleh Al Imam Baihaqi dan riwayat Imam Nasa’i dan riwayat Imam Abi Daud dengan riwayat hasan dan riwayat yang shahih bahwa Rasul saw melarang membunuh katak.

Datang seseorang berkata “ya Rasulullah kami ingin menjadikan obat dari hewan katak boleh tidak?”, dilarang oleh Nabi saw. Jangan membunuh katak.
Subhanallah!! Kenapa? karena cintanya katak kepada Khalilullah (Nabiyullah Ibrahim as). Padahal perbuatannya sia – sia tidak bisa memadamkan api itu dan Allah sudah menolongnya tanpa perlu katak ini meniupkan air, tapi usahanya, walaupun ia tahu perbuatannya itu tidak akan merubah sesuatu tapi niatnya didalam hati seekor katak yang demikian kecil Rabbul Alamin melihat dan memerintahkan semua Nabi untuk melarang umatnya membunuh katak.

Hadirin, kseru engkau untuk membela Sayyidina Muhammad Saw lebih – lebih lagi jiwa yang ingin membantu dan menegakkan tuntunan Sayyidina Muhammad Saw. Membantu menyebarkan dan membenahi umat agar dalam kedamaian. Kalau seekor katak mendapatkan penghargaan diharamkan untuk dibunuh seluruh bangsanya hingga akhir zaman hanya karena mengumpulkan air di mulutnya untuk memadamkan api Nabi Ibrahim. Renungilah kelembutan dan penghargaan Allah ini. Renungilah didalam jiwa masing – masing, renungilah segalanya betapa Allah menghargai orang – orang yang mau perduli atas hamba – hamba yang dicintai Allah. Hadirin – hadirat, semoga Allah Swt mempercepat jadinya kota Jakarta ini kotanya Nabi Muhammad Saw. Kota yang damai, kota yang sejahtera, kota yang tidak ada padanya atau sangat – sangat terbatas sekali narkotika, kekerasan, dan segala kejahatan terus berkurang dan semakin reda, semakin reda menjadi kota yang damai dan jadikan setiap diri kita menjadi orang – orang yang turut mendukung pembenahan kedamaian ini.

Hadirin – hadirat, kita berdoa kepada Allah Swt. Disini juga ada tamu – tamu kita para calon legislatif Bpk. H. Ashraf Ali, Bpk. H. Khairul Azhar, Bpk. H. Igo Ilham ini semuanya berniat sama untuk membenahi bumi Jakarta agar selalu berada dalam kedamaian. Semoga diberi kesuksesan oleh Allah Swt. Semua yang memperjuangkan kedamaian di bumi Jakarta Rabbiy dan bergandengan dengan Majelis Rasulullah Saw kita doakan dan kita inginkan mereka intuk maju dan membenahi wilayah kita. Amin allahumma amin.

Dan juga tamu – tamu kita yang hadir semoga dilimpahi keberkahan oleh Allah. Saya tidak berpanjang lebar menyampaikan tausiyah dan kita berdoa kepada Allah Swt, semoga Allah Swt melimpahkan Rahmat dan Keberkahan kepada kita, melimpahkan kedamaian kepada kita dan meredam segala fitnah yang datang kepada kita dan menyelesaikan segala kesulitan yang ada pada kita. Barangkali diantara kami yang hadir Rabbiy didalam permasalahan rumah tangganya, permasalahan dalam pekerjaannya, permasalahan dalam sekolahnya, permasalahan dalam pekerjaannya. Rabbiy Rabbiy kami meminta kepada-Mu Yang Maha Abadi dan Maha Tunggal untuk menyelesaikan segala kesulitan kami, pada siapa kami mengadu bukanlah kepada pintu-Mu Yang Maha dermawan Ya Rabb..

Ya Rahmah Ya Rahim “Ihdinaashshirathalmustaqiim Shiratalladzina an’amta a’laihim” tunjukkan kami ke jalan yang lurus, tunjukkan kami ke jalan yang indah. Kami yang masih terjebak dalam dosa tunjukkan untuk segera terhindar dari dosa, yang masih terjebak dalam kesulitan tunjukkan jalan menuju penyelesaian. Wahai Yang Maha Menerbitkan matahari dan membenamkannya, wahai Yang Menciptakan seluruh sel dan debu menghamparkan ke permukaan bumi, wahai Yang Mamahami segala kehidupan dan segala kematian, wahai Yang Menguasai kehidupan dunia, kehidupan barzah dan kehidupan di yaumal qiyamah, kami pasrah kepada-Mu Rabbiy Sang Pemilik kehidupan. Kamilah yang menjadi milikmu, kami adalah milik-Mu di dunia, milik-Mu di alam barzah, milk-Mu di yaumal qiyamah. Kami titipkan diri kami pada gerbang Rahmat-Mu ya Allah, pada gerbang Kasih Sayang-Mu Rabbiy. Kepada siapa pendosa ini menitipkan dirinya kalau bukan kepada gerbang pengampunan-Mu Yang Maha Luas.

Faquuluuu jamii’an (ucapkanlah bersama sama) Ya Allah, Ya Allah..Ya Allah..Ya Allah..

Faquuluuu jamii’an (ucapkanlah bersama sama) Laillahailallah Laillahailallah Laillahailallah Muhammadurrasulullah

Kita berdoa juga semoga Allah mensukseskan rencana acara besar kita 12 Rabiul Awwal 1430H di MONAS. Ini waktunya pagi sebagaimana tahun lalu di monument nasional kita akan mengadakan Maulid Agung pada tanggal 12 Rabiul Awwal pagi waktunya karena itu hari senin kebetulan tepat dengan lahirnya Rasulullah saw. Dan hari itu tanggal merah, hadirin semoga acara ini sukses dan semoga Allah menyingkirkan segala fitnah dari acara yang menghambat daripada kejadian ini dan kita berharap juga bahwa acara ini menjadi acara besar yang menjadi benteng bagi khususnya bumi Jakarta dan umumnya bangsa kita dari segala musibah dan bala yang datang kepada kita. Allahumma amin dan kita meneruskan kembali dengan doa dan munajat bersama untuk muslimin – muslimat dan terangkatnya pemimpin yang lebih mencintai pembenahan umat. Amin Allahumma Amin.

Washollallahu ala Sayyidina Muhammad Nabiyyil Ummiy wa Shohbihi wa Sallam.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatu

Sumber :

www.majelisrasulullah.org

“Kumpulan Online Para Pecinta RASULULLAH SAW”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: