Bantulah Saudaramu yang berbuat Dzholim dan yang didzholimi

20 Oktober 2008

قَالَ رسول الله صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ :
انْصُرْ أَخَاكَ ظَالِمًا أَوْ مَظْلُومًا قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ هَذَا نَنْصُرُهُ مَظْلُومًا فَكَيْفَ نَنْصُرُهُ ظَالِمًا قَالَ تَأْخُذُ فَوْقَ يَدَيْهِ (صحيح البخاري

Sabda Rasulullah SAW :
“Bantulah saudaramu yang berbuat dzholim dan yang didzholimi”, mereka berkata : Wahai Rasulullah, kami mengerti membantu orang yang didzholimi, namun bagaimana maksudmu kami membantu orang yang berbuat dzholim..?, sabda Rasulullah SAW : “genggam dan angkatlah kedua tangannya” (selamatkan ia agar menghindari perbuatan dzholimnya)”

(Shahih Bukhari)


Image Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Limpahan Puji Kehadirat Allah Swt, Maha Raja Langit dan Bumi, yang selalu mengundang hamba hamba Nya untuk dekat untuk mencapai keluhuran, untuk mencapai kesucian, untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat, Dialah (Allah Swt) Pemilik Alam Semesta dan Maha Memeliharanya, memelihara setiap kehidupan hingga (suatu) kehidupan menjadi sebab kehidupan lainnya, Dialah (Allah Swt) Maha Bercahaya, Maha Menerangi Alam Semesta dengan cahaya bintang bintang , matahari dan bulan. Maha Menerangi jiwa hamba Nya dengan iman, Maha Menerangi jiwa hamba Nya dengan khusyu’, Maha Menerangi jiwa hamba Nya dengan kalimat Tauhid, Maha Menerangi hamba hamba Nya dengan pengampunan sehingga para pendosa selalu dihibur untuk tidak putus asa dari Rahmat Nya.

Demikianlah keindahan yang melebihi segenap keindahan, demikianlah kebaikan yang melebihi segenap kebaikan, demikianlah kasih sayang tunggal yang menamakan Dirinya Arrahman Arrahiim. Yang Maha Memiliki kenikmatan dunia dan akhirat, Yang Selalu dilupakan oleh hamba hamba Nya, yang selalu mengundang hamba Nya untuk selalu dekat dan hamba Nya selalu berpaling menolak dari kasih sayang Nya. Dan Dia (Allah Swt) tiada pernah bosan memanggil hamba Nya untuk mendekat kehadirat Nya. Untuk mencapai pengampunan Nya, untuk mencapai kasih sayang Nya hingga Dia (Allah Swt ) menamakan Dzatnya Yang Maha Menerima taubat, agar dikenal oleh hamba hamba Nya, inilah “Allah Swt”. Yang kebaikan dan maaf Nya melebihi segenap maaf hamba Nya.

Yang Maha Menerima Taubat dari zaman ke zaman, entah telah berapa banyak dosa dan kejahatan sepanjang zaman Nabiyullah Adam As hingga akhir zaman. Ribuan tahun di penjuru Barat dan Timur kejahatan dan dosa terus dilakukan dan Dia (Allah Swt) telah memaafkannya, dari zaman ke zaman bagi mereka yang ingin mendekat kehadirat Nya. Bagi yang ingin bertaubat dan mencapai Rahmat serta Kebahagiaan dunia dan akhirat. Telah sampai kita kepada tuntutan sang Pembawa Rahmatan lil Alamin, Sayyidina Muhammad Saw.

Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah,
Telah bersabda Nabiyyuna Muhammad Saw, diriwayatkan di dalam Shahih Bukhari “3 sifat yang barangsiapa memilikinya ia akan merasakan kenikmatan”. Kenikmatan apa yaitu “Kenikmatan Iman” adalah kenikmatan yang muncul dari sanubari yang lebih agung daripada kenikmatan dunia dan surga akhirat. Yang lebih manis daripada kenikmatan surga firdaus. Apa itu? yaitu kenikmatan iman. Kelezatan dalam doa dan munajat, kelezatan dalam khusyu’, ruku’ dan sujud. Mereka yang belum memahami kenikmatan ini tentunya bisa mengingkarinya tetapi mereka yang telah memahaminya, yang telah merasakannya akan lupa dengan semua kenikmatan yang ada di dunia dan akhirat daripada lezatnya kenikmatan bersama keridhoan Illahi.

Untuk siapa kenikmatan yang sedemikian indah dan berharga itu? bagi mereka yang pertama adalah “Allah dan Rasul lebih dicintainya daripada selain keduanya”. Tidak ada yang mengalahkan cintanya pada Allah dan Rasul. Mempunyai cinta terhadap teman, kerabat dan lainnya tapi tidak melebihi cintanya kepada Allah dan Rasul. Kita bertanya bagaimana seseorang bisa sampai cinta kepada Allah dan Rasul? seseorang tidak akan bisa cinta terkecuali telah mengenal kebaikan yang dicintainya. Ketika seseorang ingin sampai pada samudera cinta Allah dan Rasul, mestilah ia mendalami keindahan Allah dan Rasul. Ketika ia telah memahaminya tidak perlu dipaksa dan diberi tahu, ia sudah langsung tidak mencintai yang lain melebihi Allah dan Rasul. Kalau sudah tahu kebaikan Allah dan Rasul, kalau sudah tahu keindahan Allah dan Rasul Nya.

Allah Swt telah berfirman mengingatkan kita “ayahsabu an lam yarahuu ahad” (QS. Al Balad  7 ) apakah manusia itu mengira tidak ada Yang Maha Tunggal yang selalu melihatnya, “alam naj’al lahu ‘ainain” (QS. Al Balad 8 ) bukankah Aku berikan untuk mereka 2 mata agar mereka melihat “wa lisanan wasyafatain” (QS. Al Balad:9) lidah dan kedua bibirnya “wa hadaynaahunnajdain” (QS. Al Balad:10) dan kami hadiahkan untuk mereka 2 jalan. Allah Swt tidak paksa, mau yang mana. Jalan kebaikan atau jalan kehinaan. Sebagaimana firman Allah Swt dalam Surah Al Insan “hal ataa a’lal insaani hiinun minaddahri lam yakun syay’an madzkuura” (QS. Al Insan:1) bukankah telah datang waktu masa, dahulu bahwa manusia itu belum pernah ada. Belum pernah ada satu nama manusia pun di muka bumi, Allah sudah Maha Ada.

“Inna kholaqnal insana minnuthfatin amsyajin nabtaliihi faja’alnaahu samii’an bashiraa“(QS. Al Insan:2) Kami yang menciptanya dari satu sel air mani dan Kami jadikan ia melihat dan mendengar. Adakah jasa yang lebih dari ini? Adakah jasa melebihi dari menciptakan kita dari sebutir sel yang tidak terlihat sampai menjadi manusia yang bisa melihat, bisa mendengar, berbicara, berbuat dan lain sebagainya. Dan masih tersimpan lagi kebahagiaan yang kekal dan abadi kelak. Dan hadirin hadirat selayaknya setiap muslim, jika ia mengenal kasih sayang Allah padanya, ia akan lebih mencintai Allah dan Rasul dari yang lain. Kenapa? karena yang paling baik kepadanya adalah Allah Swt.

Seorang muslim. Apa itu muslim? seorang muslim itu adalah orang orang yang pasti sampai akan ke surga Nya (Allah Swt) walaupun terlambat karena dosa dosanya. Walau melewati neraka, walau melewati siksa kubur, walau melewati musibah dunia, walaupun melewati pedihnya sakaratul maut, walaupun puluhan ribu tahun di neraka, ia pasti sampai ke surga. Jadi seseorang ketika telah diberi hidayah oleh Allah di dalam islam maka dihadapannya surga. Cepat atau lambat ia sampai kepada kebahagiaan yang kekal itu dan ketika ia sampai kepada kebahagiaan Allah Swt yang kekal itu, ia akan lupa dengan semua musibah sebelumnya. Seperti orang yang terakhir sekali masuk surga. Ketika ia ditanya jika ia dihadapkan pada Dzatnya Allah Swt, melihat keindahan Allah, melihat kasih sayang Allah, “hamba Ku berapa lama engkau berada di dalam api neraka?”. Ia berkata “aku tidak pernah merasakan siksa neraka”, kenapa? lupa dengan lezatnya berhadapan dengan Allah Swt.

Demikian hadirin hadirat yang dimuliakan Allah,
Seorang muslim, tanda bahwa ia sebagai seorang muslim berarti ia telah dilamarkan oleh Allah untuk mencapai kebahagiaan yang abadi. Jadi kita muslimin muslimat ini mesti memahami bahwa tidak ada yang lebih memanjakan kita melebihi Allah Swt. Tapi musibah datang padaku siang dan malam, tapi aku selalu ditimpa kesulitan. Ini semua kalau engkau telah melihat pintu surga, kau lupa semuanya. Dan disaat itu kita paham, ternyata betul Yang Maha Baik adalah Allah, Yang Maha Indah adalah Allah, Yang Maha Ada adalah Allah, Yang Maha Bercahaya adalah Allah.

(yg kedua) Dan tiada ia mencintai seseorang karena Allah dan Rasul Nya. Yang mencintai sesorang karena cintanya kepada Allah dan Rasul. Kenapa? sudah terlanjur cinta pada Allah dan Rasul. Kalau seseorang sudah cinta pada sesuatu ia tidak mau mencintai yang lain kecuali terikat dengan kekasihnya ini. Cinta dengan fulan, temannya, kekasihnya, ayahnya, ibunya atau gurunya atau siapapun. Tapi kalau ia mau mencintai yang lain, pasti ia lihat dulu yang paling ia cintai. Bagaimana ini orang yang paling ia cintai senang atau tidak selama ini, kalau tidak ia tidak mau mencintai orang lain karena yang paling ia cintai ialah seorang itu.

Demikian orang yang mencintai Allah dan Rasul, ia tidak akan menemukan kebaikan melebihi Allah dan Rasul. Dan tentunya sang pembawa kasih sayang Allah, Sayyidina Muhammad Saw. Orang yang paling indah budi pekertinya (Nabi Saw), orang yang paling sopan dan membela kita sampai tidak ada lagi pembela. Sampai semua kekasih lupa dengan kita dan tidak mau dekat dengan para pendosa. Beliau (Nabi saw) yang di alam dunia seakan tidak kenal dengan kita, namun di alam akhirat berjuang untuk selamatnya kita dari api neraka. Tidak mau beliau (Nabi saw) puas kalau masih ada umatnya (Nabi saw) yang berada di dalam neraka. Itulah idola, inilah kekasih dan yang berhak dicintai yang dengan mencintainya berlimpah ruahlah Rahmat Nya (Allah Swt).

Sebagaimana ucapan syair “semua orang yang mencintai Nabi saw berada di dalam keamanan dan keselamatan”.

Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah,
Oleh sebab itu Rasul saw mendoakan orang orang yang beliau cintai. Sebagaimana riwayat Shahih Bukhari, Rasul saw mendoakan Sayyidina Anas bin Malik “wahai Allah limpahkan keberkahan dan kekayaan untuk Anas bin Malik”. Jangan kira Rasul saw tidak pernah mendoakan sahabat untuk kaya. Ada doa Rasul saw yang mendoakan para sahabat agar kaya raya, diantaranya Anas bin Malik. Wahai Allah perbanyaklah hartanya, dan perbanyak keturunannya, dan juga limpahkan keberkahan pada semua yang Engkau berikan kepadanya.

Riwayat Shahih Bukhari dijelaskan oleh Al Imam Ibn Hajar Al Asqalani di dalam ktabnya Fathul Bari bahwa Anas bin Malik panjang usianya sampai memiliki 100 orang cucu lebih dan kekayaannya luar biasa. Bukan hanya kekayaan luas tapi juga keberkahan. Anas bin Malik di dalam Fathul Bari dijelaskan mempunyai banyak anak dan sawah, mempunyai ladang dan semuanya berwangi misik. Itu ladang ladang dan sawahnya Anas bin Malik wangi misik disebabkan doanya Nabiyyuna Muhammad Saw agar dilimpahi keberkahan. Demikian indahnya Nabiyyuna Muhammad Saw mendoakan orang orang yang cinta kepada beliau dan beliau pun mencintai seluruh umatnya (Nabi saw).

Diriwayatkan di dalam Shahih Bukhari, hadits yang baru saja kita dengar tadi dan yang baru kita baca bersama. “Unshur akhaaka dhaaliman aw madhluuman”, bantu saudara saudaramu itu yang dholim dan yang terdholimi. Para sahabat bingung dan bertanya “Ya Rasulullah kalau orang yang didholimi, kami paham kalau disuruh bantu tapi kalau orang dholim disuruh bantu, bagaimana caranya?”. Orang dholim disuruh bantu oleh Rasul, “bantu orang yang dholim dan orang yang didholimi”. Rasul saw berkata “cara Bantu orang yang dholim itu, selamatkan ia dari kedholimannya, angkat kedua tangannya”, Subhanallah!! Seakan akan orang kalau jatuh, maka pegang kedua tangannya. Maksudnya Sang Nabi saw adalah begitu, berbudi pekerti kepada semua orang bahkan pada orang yang dholim untuk diselamatkan dari kedholimannya. Adakah orang yang paling indah tuntunannya dari Sayyidina Muhammad Saw.

Diriwayatkan di dalam Shahih Bukhari, ketika Rasul saw didatangi oleh salah seorang yang tua renta, miskin dan sudah tua renta datang bersama anaknya. ingin dapat bagian daripada shadaqah, minta bagian shadaqah. Ayahnya sudah bilang pada anaknya “wahai anakku pagi ini ada pembagian shadaqah fuqara oleh Rasulullah saw tapi kita datang nanti sore saja wahai anakku”. Anaknya berkata “wahai Ayah, kalau nanti sore keburu selesai, pembagian shadaqah sudah habis dan kita tidak dapat bagian”. Maka ayahnya berkata “tidak, Rasul saw itu tidak lupa pada para fuqara”. Subhanallah!! Sore harinya baru datang, betul sudah bubar pembagian shadaqah, tidak ada lagi yang membagi bagikan shadaqah. Rasul saw sudah masuk ke rumah . “wahai Ayah betulkan Rasul saw sudah masuk ke rumahnya”, maka berkatalah Ayahnya “panggilkan Rasulullah untukku”, anaknya berkata “Ayah..? Rasulullah ku panggil untukmu..? hanya untuk terima shadaqah, kenapa tidak dari tadi pagi kalau seandainya mau ambil shadaqah”. Ini Rasulullah sudah masuk dan pembagian shadaqah sudah selesai. Ayahnya berkata “wahai anakku Rasulullah itu bukan pemimpin yang bengis, panggil saja”. Maka berkata anaknya “ya Rasulullah ini Ayahku datang meminta bagian dari pembagian fuqara”, sambil malu anak itu. Keluar Rasul dengan senyum, maka ayahnya berkata “ya Rasulullah apakah masih ada bagian untukku?”, Rasul saw berkata “Na’am Na’am”, sudah kusiapkan untukmu, kalau kau tidak datang tadi mau aku antarkan sendiri”. Demikian indahnya budi pekerti Sang Nabi saw.

Diriwayatkan di dalam Shahih Bukhari, ketika salah seorang dari para fuqara, Rasul saw sedang membagi bagikan shadaqah selesai dan ingin masuk rumah, ada satu orang belum mendapat bagian. Ditarik bajunya Rasul saw sampai merah leher beliau karena kerasnya tarikan itu dan ia berkata “mana itu harta Nya (Allah Swt) yang ada padamu?” Ini orang sudah minta bagian shadaqah tapi akhlaqnya tidak ada. Tidak berkata “mana yang harta milikku” tapi “punya Allah”, bukan punyamu itu harta tapi punya Allah. Mana bagianku dari punya Allah yang ada di sisimu?”. Maka Rasul saw tersenyum, tertawa. Beliau tersenyum sampai terlihat gigi beliau dari lebarnya senyum beliau dan disuruh beri pada orang yang susah itu.

Demikian indahnya budi pekerti Rasulullah saw. dan Rasul saw bersabda “barangsiapa yang melihat aku di dalam mimpinya sungguh ia telah melihat aku dan syaithan tidak bisa menyerupai aku”.

Beliau juga bersabda riwayat Shahih Bukhari “barangsiapa yang melihat aku di dalam tidur akan jumpa dengan aku dalam keadaan terjaga”.

Permasalahan ini saya bahas karena banyak pertanyaan saudara kita yang mengingkari mimpinya Rasulullah saw sehingga sebagian saudara kita mengatakan bahwa mimpi Rasul saw itu harus mengerti hadits. Kalau tidak mengerti bagaimana bentuk wajahnya Rasulullah dan tidak belajar haditsnya bagaimana wajahnya Rasulullah berarti mimpi Rasul saw adalah dusta. Karena ia tidak tahu mimpi Rasul saw itu seperti apa? ini dijawab oleh Imam Ibn Hajar Al Asqalani didalam Fathul Bari bahwa sedemikian banyak ikhtilaf para muhadditsin, beliau menukil ucapan Imam Qadhi Iyadh … dan Imam Nawawi bahwa orang yang bermimpi Rasul saw ia benar benar telah melihat Rasul saw. Sebagaimana sabda Rasul “yang melihat aku sunggu melihat aku”.

Jika yang terlihat bentuknya berbeda ataupun mempunyai kekurangan itu adalah cermin dari hatinya yang kurang sempurna. Bukan mimpi Rasul saw yang dituduh sebagai mimpi dusta tapi dirinya yang mimpi itu sendiri yang penuh kekurangan jika melihat Rasul saw tidak sempurna. Misalnya cacat atau lainnya. Demikian Imam Ibn Hajar juga menjelaskan sabda Rasul saw “barangsiapa yang melihat aku dalam mimpi, ia akan melihat aku dalam keadaan jaga”. Berarti bukan dalam keadaan tidur. Ini Al Imam Nawawi mengatakan sebagian ulama yang dimaksud adalah nanti di hari kiamat tapi pendapat yang lebih kuat adalah orang yang mimpi Rasul saw akan melihat Rasulullah saw sebelum ia wafat di dalam keadaan jaga. Al Imam Ibn Hajar mengatakan hal ini tidak mustahil karena menukil salah satu riwayat yang tsigah ketika salah seorang sahabat bertanya kepada Sayyidatuna Aisyah ra tentang wajahnya Rasul saw itu seperti apa? itu disaat Rasul saw sudah wafat. Maka Sayyidatuna Aisyah ra memperlihatkan cermin yang selalu Rasulullah pakai untuk bercermin ketika masa hidupnya. Berkata Aisyah “ini lihat”, ketika sahabat itu melihatnya yang terlihat wajah Rasulullah saw di cermin itu. Bukan wajahnya tapi wajahnya Rasulullah saw. bahwa sejak cermin itu dipakai oleh Rasul, tidak mau mencerminkan wajah yang lainnya terkecuali wajah Nabi Muhammad saw. Maka Sayyidatuna Aisyah ra kalau rindu dengan Rasul, ia melihat cermin itu. Cermin kan bukan foto tapi ternyata cermin itu tidakmau menangkap gambar wajah yang lain setelah diapaki bercermin oleh Nabiyyuna Muhammad saw. Demikian riwayat Imam Ibn Hajar di dalam Fathul Bari bisyarah Shahih Bukhari.

Jelaslah sekarang bahwa Allah Swt banyak memuliakan umat ini dengan perjumpaan ruh mereka dengan ruhnya Rasulullah saw. Maka tentunya kita semua berharap kita semua adalah orang yang selalu berjumpa dengan Rasul saw dalam mimpi kita dan dalam jaga kita. Tapi satu hal yang perlu saya peringatkan, jangan sampai seseorang menganggap mimpi mimpi dan ia tertipu dengan keinginan untuk mimpi. Mimpi belum dapat, yang ada putus asa. Rasul saw bersabda ketika Sayyidina Abdullah bin Umar ra mengadu melihat para sahabat yang mimpi tentang Rasaw. Bicara aku mimpi ini, mimpi itu dan Abdullah bin Umar berkata “duh kalau aku ini orang shalih pasti aku mimpi juga”. Maka tidak lama Abdullah bin Umar mimpi juga sesuatu tentang surga. Datang kepada Rasul saw, Rasul mengingatkan “wahai Abdullah kau ini disebut orang shalih bukan karena mimpi tapi karena kau banyak melakukan qiyamullail”. Demikian sabda Nabiyyuna Muhammad Saw menenangkan Abdullah bin Umar. Dan kita jangan salah sangka jadi qiyamullail itu adalah kemuliaan orang orang yang shalih. Hadirin ketika seseorang itu shalih maka Allah akan berikan kekuatan Illahi dan pertolongan kepadanya walaupun ia sakit dan lemah.

Penyampaian saya berakhir karena dalam salah satu riwayat Shahih Bukhari Rasul saw menceritakan kejadian istrinya Nabiyullah Ibrahim as, Sayyidatina Sarah alaiha salam ketika dibawa ke sebuah kerajaan yang padanya banyak tinggal orang yang dholim dan rajanya adalah raja yang dholim. Sayyidatina Sarah dibawa kesitu dan oleh raja diminta untuk menghadap ke istana. Nabi Ibrahim diam, kenapa suami biarkan istrinya dibawa oleh pasukan. Nabi Ibrahim sudah diilhami oleh Allah Swt untuk tidak berbuat apa apa dan membiarkan istrinya dibawa oleh raja yang dholim untuk menguji imannya Siti Sarah. Maka Siti Sarah alaiha salam dibawa menghadap raja yang bengis. In imau diapakan sekarang, mau dijadikan budak, dijadikan gundik atau lainnya sedangkan ia adalah kafir, orang yang tidak masuk islam. Sayyidati Sarah seorang wanita berhadapan dengan seorang raja dholim, raja bengis. Ia pun berwudhu, setelah wudhu ia berdoa“Wahai Allah kalau seandainya imanku ini Kau terima, jangan Kau kuasakan untukku orang kafir”. Jangan sampai orang kafir menguasai aku kalau seandainya Kau terima imanku. Bagaimana kejadiannya?, sehingga diriwayatkan di dalam Shahih Bukhari bahwa ketika Sayyidatina Sarah berhadapan dengan raja itu, gemetar raja itu dan jatuh diatas lututnya kareana tidak mampu berdiri. Kenapa? Allah guncang jiwanya. Siapa Sayyidati Sarah, apakah ia bawa pasukan dan senjata? ia seorang wanita yang lemah tapi ia mempunyai kekuatan terbesar yaitu doa. Karena doa adalah kekuatan terbesar di alam semesta, karena doa menundukkan segala kekuatan karena doa itu adalah berpadunya kekuatan dari Allah Jalla wa Alla. Berarti kita tidak perlu usaha, tapi usaha yang disertai doa berarti usaha yang disertai kekuatan Allah Swt.

Demikian hadirin hadirat kita bermunajat,
Semoga Allah Swt melimpahkan kepada kita dan kemuliaan kepada kita sampai kita mengenal indahnya Allah dan Rasul Nya. Dan Dialah (Allah Swt) Yang Paling Berhak untuk dicintai. Hadirin hadirat kita bermunajat Ya Rahman Ya Rahim Ya Dzaljalali wal ikram Wahai Yang Maha Bercahaya sepanjang waktu dan zaman, Wahai Yang Tiada pernah terbenam Cahaya Nya sepanjang alam semesta hingga alam ini berakhir.Wahai Yang Membagi bagikan ketenangan, kesejukkan, kebahagiaan kepada seluruh penduduk Barat dan Timur sepanjang zaman, Wahai Nama Yang Terindah yang mengawali segala keindahan, Wahai Nama Yang Paling Berwibawa mengungguli segenap kewibawaan, Wahai Maha Raja Tunggal, Wahai Yang Maha Abadi, Wahai Yang Menciptakan kami dari ketiadaan, Wahai yang telah mengumpulkan kami sebagai kelompok muslimin, Wahai yang telah mencalonkan kami sampai kepada surga Mu yang kekal, muliakan kami dengan ketenangan dan kebahagiaan dunia dan akhirat. Tenangkan jiwa kami dengan kesejukkan iman, sampaikan kami kepada lezatnya iman.

Faquuluuu jamii’an (ucapkanlah bersama sama) Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Dzaljalali wal ikram

Hadirin – hadirat kita memanggil Nama Allah sebagaimana sabda Rasul riwayat Shahih Muslim “ la ta kubusa’ah hatta” Tiada akan datang hari kiamat selam masih ada di bumi yang menyebut Nama Allah Allah. Menunjukkan musibah terbesar yang menghancurkan alam semesta, masih tertahan kalau ada yang memanggil Nama Allah Allah. Oleh sebab itu kita memanggil Nama Allah sambil berdoa seluruh hajat, seluruh apa yang kau inginkan, sampaikan kepada Yang Maha Mendengar, tenggelamkan ke dalam samudera keagungan Nama Nya

Faquuluuu (ucapkanlah) Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah

Faquuluuu jamii’an (ucapkanlah bersama sama) Laillahailallah Laillahailallah Laillahailallah Muhammadurrasulullah

Tidak lupa kita doakan para tamu tamu kita, Al Habib Ahmad bin Hamid Aidid semoga dilimpahi keberkahan, Al Habib Musthofa Mauladdawilah semoga dilimpahi keberkahan, H. Jamhur beserta keluarga dan H. Abdul Latif beserta keluarga dan kedua mempelai semoga dilimpahi keberkahan dan para Ayahanda kami dari KUA semoga dilimpahi keberkahan dhahiran wa bathinan dan atas semua kita yang hadir.

Washollallahu ala Sayyidina Muhammad Nabiyyil Ummiy wa Shohbihi wa Sallam.
Walhamdulillahi Rabbil Alamin.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Sumber :

www.majelisrasulullah.org

“Kumpulan Online Para Pecinta RASULULLAH SAW”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: