Polisi dan Abang Becak

Suatu siang di Kota Dingin Malang, Jawa-Timur terjadi ketegangan antara Pak Polisi dengan abang becak. Pangkalnya? Karena terjadi perbedaan penafsiran tentang rambu lalu lintas di perempatan jalan. Pada ruas jalan arah ke barat, ada rambu yang bergambar becak disilang, artinya becak dilarang melewati jalur tersebut.

Namun tiba-tiba, seorang tukang becak dengan penumpang perempuan gemuk yang sudah tua renta, tanpa tolah-toleh kiri-kanan mengabaikan rambu tersebut. Becak langsung masuk jalur yang dilarang bagi pengemudi becak.

Melihat tindakan abang becak yang nekad itu, petugas polisi yang sudah memperhatikan sejak tadi langsung meniup peluit: pritt… Polisi meneriaki tukang becak agar berhenti. Pak Polisi berlari kecil menghampiri si tukang becak yang sudah menghentikan laju becaknya.

Sejurus kemudian Pak Polisi mengutarakan alasannya menghentikan tukang becak “Abang becak, apa anda tidak melihat rambu lalu lintas di pojok ini, kan itu berarti tidak boleh melewati jalur ini,” ujar Pak Polisi sembari menunjuk rambu lalu lintas tersebut.

Abang becak tadi langsung menjawab spontan: “Lho… gambar becak yang ada pada rambu itu kan becak kosong Pak, tidak ada penumpangnya. Becak saya kan ada penumpangnya, jadi boleh lewat dong Pak,” ujar abang becak spontan merasa dirinya tak bersalah.

Mendengar jawaban abang becak tersebut, Pak Polisi terperangah seperti kehabisan akal. Namun Pak Polisi tetap menegaskan bahwa: “Semua becak baik ada penumpangnya maupun tidak ada penumpangnya dilarang lewat jalur ini, paham abang becak,” tegas Pak Polisi.

“Oh gitu ya Pak, ya minta maaf saja Pak, kita kan gak tau kalau itu artinya tak boleh masuk. Tolong becak saya jangan ditilang ya Pak!,” pinta abang becak ke Pak Polisi tadi.

“Ya, untuk kali ini anda saya bebaskan, lain kali pasti akan saya tindak,” ujar Pak Polisi. “Aboh Pak, kalau tahu Pak Polisi garang kayak sampean, pasti saya tidak akan berani melanggar lagi,” sahut abang becak sambil mendorong becaknya meninggalkan polisi. “Dasar… abang becak” ujar polisi, yang kemudian setelah abang becak menjauh akhirnya tak tahan menahan ketawa gerr.

(Tamziren)

Sumber : Majalah Risalah NU no.7

Satu Balasan ke Polisi dan Abang Becak

  1. dvd complete mengatakan:

    helpful post.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: